Obesitas Sarkopenia adalah kondisi lemak tubuh berlebih bersamaan dengan massa dan kekuatan otot yang menurun, sehingga mudah lelah. Untuk prevalensi Asia-Pasifik pada Tiongkok (n=2.821): 3,58% laki-laki dan 2,88% perempuan dengan usia 70-79 tahun 6,58% laki-laki dan 4,40% perempuan. Usia ≥ 80 tahun 13,16% laki-laki dan 18,18% perempuan. Korea Selatan (n=813, usia 75-84 tahun): 13,59% laki-laki dan 15,46% perempuan. Dan untuk Indonesia (RSCM, 2024): 1,8% pada 114 lansia, komorbid terbesar dislipidemia. Perbedaan angka dikaitkan dengan jumlah lansia, pola makan, aktivitas, gaya hidup perkotaan, dan cara menegakkan diagnosis.
Risiko penyakit kardiovaskular naik 39%, penyakit jantung 36%, stroke 40%. Pada lansia dengan gagal jantung, risiko kematian 2,48 kali lebih tinggi. Dibanding sarkopenia saja, risiko kematian 2,84 kali lebih tinggi. Risiko frailty 7,25 kali lipat di rumah sakit/ klinik dan 4,25 kali lipat di komunitas. Usia (meningkat setelah 60 tahun, tajam pada 75-80 tahun) dan jenis kelamin (Perempuan pascamenopause, laki-laki dengan lemak perut); genetik/ etnis Asia dan thrifty phenotype; gaya hidup sedenter dan urbanisasi; asupan protein kurang (kebutuhan lansia 1,0-1,2 g/kg BB); faktor sosial ekonomi; penyakit kronis dan obat (steroid jangka panjang, beta blocker).
Skrining dengan IMT/ lingkar pinggang dan SARC-F, lalu penilaian kekuatan/ fungsi otot, lalu komposisi tubuh. IMT ≥27,5 kg/m² atau lingkar pinggang ≥ 90 cm (pria)/ ≥ 80 cm (wanita). Lima komponen (Kekuatan, bantuan berjalan, bangkit dari kursi, menaiki tangga, jatuh) , skor 0-2 tiap komponen. Penambahan lingkar betis (SARC-CalF) memberi skor 10 bila <34 cm (Pria) atau <33 cm (Wanita). Skor SARC-CalF ≥ 11 berarti perlu pemeriksaan lebih lanjut. Usia > 70 tahun, penyakit kronis, masalah nutrisi dan perubahan berat badan, kondisi akut dengan mobilitas menurun, serta keluhan seperti sering jatuh atau mudah lelah. Genggam tangan <28 kg (pria) atau <18 kg (wanita) pada usia ≥ 65 tahun, dan <34 kg atau <20 kg pada usia 50-64 tahun dan tes bangkit dari kursi 5 kali dengan waktu ≥ 12 detik; kekuatan otot kaki: belum ada konsensus untuk populasi Asia.
Lemak tubuh tinggi: DEXA > 30% (pria) atau >40% (wanita), BIA >25% atau >35%. ASMI rendah pada usia ≥65 tahun: DEXA <7 atau <5,4 kg/ m², BIA <7 atau <5,7 kg/ m². Laksmi 2019 mengusulkan batas BIA baru <6,9 (pria) dan <5,0 (wanita) kg/ m². DEXA akurat tetapi mahal dan sulit dibawa; BIA praktis tetapi dipengaruhi cairan tubuh: CT/MRI sangat detail tetapi mahal; USG otot tanpa radiasi dan bisa di sisi tempat tidur tetapi bergantung operator. Pada Sim 2022 (40 pasien), ketebalan otot paha (TMT) <1,57 cm memberi sensitivitas 75,6% dan spesifisitas 71,1%. Fase awal 0-7 minggu (2-3 kali/ minggu, intensitas sedang bertahap, 30-45 menit, latihan kekuatan); fase perkembangan 8-12 minggu (30-60 menit, kekuatan + aerobik, fokus menurunkan lemak); fase lanjutan 12-36 minggu (45-60 menit, kekuatan progresif, fokus membangun massa otot).
Nutrisi dan suplementasi, terdiri dari:
- Defisit kalori 500-750 kkal/hari (penurunan lemak 0,1-1 kg/minggu)
- Protein 1-1,2 g/kg BB; susu protein tambahan 35 g/hari
- Vitamin D 800-1000 IU/hari dan leusin ≥ 2 g/hari
- Menghindari tepung/gandum > 269 g/hari dan daging berlemak >99 g/hari
- Diet tanpa olahraga membuat otot makin menyusut
Terapi terpadu terdiri dari nutrisi, olahraga (resistensi menaikkan otot, aerobic menurunkan lemak visceral, kombinasi paling dianjurkan), dan farmasi. Untuk Obesitas Sarkopenia, terapi hormonal (testosterone, GH, ghrelin) perlu pemantauan ketat dan vitamin D diberikan bila defisiensi. Untuk obesitas disebut orlistat (lini pertama), lorcaserin, dan fentermin-topiramat; efek vitamin D pada penurunan berat badan disebut masih kontroversial.
Rehabilitasi fisik pada lansia sehat yaitu aerobik 150 menit/minggu, latihan kekuatan minimal 2 kali/minggu, tai chi 2 kali/minggu. Lansia mulai lemah total 60 menit/sesi. Lansia sangat lemah (renta): 45 menit/sesi. Yang lama tidak berolahraga atau penyakit bawaan mulai 60 menit/minggu, tambah 21 menit/minggu hingga 150 menit/minggu, batas aman 50 menit/hari.
Stimulasi elektrik (NMES, FES), robotik/eksoskeleton, dna VR. Protokol NMES: 20-100 Hz, durasi 200-400 μs, intensitas sampai kontraksi terlihat tanpa nyeri; 2-3 sesi/minggu selama 4-12 minggu.
Rehabilitasi psikologis, pada siklus fisik-mental menyebabkan depresi yang dapat menurunkan aktivitas dan asupan nutrisi sehingga mempercepat sarkopenia dan self efficacy rendah menurunkan kepatuhan rehabilitasi. Kognitif termasuk ke dalam risiko mild cognitive impairment dan demensia lebih tinggi, dengan inflamasi kronis sebagai mekanisme utama.
Pendekatan bio-psiko-sosial, psikoedukasi, CBT, manajemen stres, dan latihan fisik (aerobik, penguatan, atau yoga, 3-4 kali/minggu). Latihan fisik dapat sama bermanfaatnya dengan psikofarmaka untuk gejala depresi, tetapi kombinasi lebih dianjurkan pada depresi sedang-berat; efek samping psikofarmaka (sedasi, hipotensi ortostatik, gangguan irama jantung) perlu diperhatikan saat latihan; dosis latihan mengikuti WHO 150-300 menit/minggu intensitas sedang atau 75-150 menit/minggu intensitas berat.